Pada suatu taujih sang ustadz bercerita tentang “kisah dua raksasa”

Beginilah kurang lebih ceritanya,

Pada suatu negeri ada dua orang raksasa yang saling bersaing dan saling berlawanan

Suatu hari terjadilah persaingan diantara keduanya.

Alkisah di rumah raksasa pertama (abi)  :

Abi         : mi, raksasa dua akan menyerang kita. Dia akan datang kesini,  Apa yang harus    abi lakukan?

Ummi    : tenang saja, abi tidur saja disana di dekat bayi kita

Abi         : kok tidur?

Ummi    : tenang bi, biar ummi yang urus

Abi         : hmm baiklah

Tidak lama kemudian datanglah raksasa kedua kerumah mereka sambil marah,

Raksasa dua       : heiii mana suamimu !!!!

Ummi                    : ssstttt, jangan berisik !!

Raksasa dua       : memang kenapa?

Ummi                    : anak saya sedang tidur

Raksasa dua       : (mengintip ke dalam rumah dan terlihat  kaki yang sangat besar ). anakmu??

Ummi                    : iya

Raksasa dua       : hmm, anaknya saja sebesar itu, gimana ayahnya (bicara dalem hati).

  Baiklah saya pulang saja.

Huhu, sang raksasa pun ketakutan melihat kaki tersebut padahal itu bukanlah kaki sang bayi tetapi kaki sang ayah. Huhuhu. The end.

Kata ustadz dari kisah ini dapat ditarik ibroh bahwa kita harus memiliki jiwa pemberani, dan bernyali besar dulu . Terkadang dengan sedikit siyasah kita dapat mengelabui lawan. Jangan takut dengan lawan yang besar karena kitapun dapat menjadi besar dengan ide yang besar.

O iya, kata ustadz ini kisah yang pernah diceritakan oleh pak anis mata, tapi saya cari di om google kok gak ketemu-ketemu ya kisah gini, kalo ada kumpulan cerita unik dan lucu karya pak anis pengen juga sih bacanya.

*oke sekian* 

 

just smile ^________^

_Harapan itu masih ada_

 Image