images

Kenapa mengucapkan selamat tinggal itu sangat sulit , mungkin bukan sulit tapi hanya butuh waktu untuk menyesuaikan.

Menatap kampus beserta orang-orang yang dihormati dan sayangi itu merupakan sesuatu keistimewaan bagi diriku, bersibuk ria dalam agenda-agenda menjadi seni tersendiri untuk dijalani. Kelak aku akan merindui itu semua  #membersamai

Rindu ketika makan di kantin bersama, minum es sarang sari ataupun bakso 🙂

Rindu ketika berjalan menuju sekret nadwah karena sering kali terjadi banyak hal menuju kesana :

– mulai dari tingkahku menghitung  jumlah langkah kaki ketika dari fak. Ekonomi sampe sekret  *gak penting

– atau gaya tergesa-gesa karena syuro’ sudah telat banget hadir, pas  sampe depan sekret tarik nafas panjang-panjang dulu sebelum masuk  *gadis syuro’

– atau ketika berjalan menuju sekret kejatuhan ranting-ranting pohon disana, pas banget diatas kepala, gak sakit sih tapi kaget  *ranting jatuh tak membenci angin  #apacoba

– atau ketika berjalan sendirian sepi pula, seperti ada langkah yang mengikuti dari belakang eh waktu ditoleh tidak  ada orang, mari percepat langkah  *huuh bukan cerita horror ^0^

– atau menuju sekret banyak menemui ranjau para sapi, itu sapi dari perternakan kenapa banyak di sekitaran sana sih. Ranjaunya gede-gede pula  *ops, ini  bukan cerita jorok loh

Hmm,.

Ya, kemudian rindu menghadiri majelis-majelis cinta para muslimah dalam divisi/departemen kemuslimahan. Aku pasti bakal sangat rindu itu. Yang jadi pertanyaan apakah aku masih bisa membersamai mereka  dalam waktu kuliah, kurasa sulit  # I am sad

Aku tidak ingin meninggalkan karena aku pernah merasakan tidak enaknya sekali ditinggalkan, apalah daya mungkin memang sudah waktunya, tapi aku ingin terus membersamai walaupun  itu sangat kecil sekali porsinya untuk sekarang dan akan datang. tapi aku masih punya week end. Melihat sendiri senyum para tunas muda yang tumbuh  dari inkubator rasanya itu berbeda #ingin terus membersamai #azzam

Satu hari saja dalam pekan tersisa ini aku akan menikmati suasana kampus, entah ada agenda atau tidak pokoknya ingin mengamati lamat-lamat, ingin mengumpulkan rindu-rindu yang tercecer disana. Kutitip hal yang tertinggal maupun yang mengganjal dihati  *hoam mengamati, plegmatis banget

Selepas pekan ini, aku harus mengumpulkan energi baru siap memasuki dakwah profesi insyaAllah. Senin-jum’at full sampai sore. Pastinya membatasi ruang gerakku tapi aku yakin itu kondisi yang paling save buat diri ini. Mungkin akan banyak waktu mengeksplore diri disana, bertemu anak didik para remaja, uztadz/ah yang akan memberikan pengalaman. Kemudahan yang Allah beri  untuk melewati empat kali tahap seleksi kemarin semoga tidak menjadikan diri seorang yang tidak bersyukur atas jalanNya ini.

Belajar dan belajar lagi dimanapun itu harus terus dilakukan, dan Ramadhan kali ini semoga dapat menambah ilmu dan amalan-amalan lainnya, mengurangi aktifitas- aktifitas yang tidak penting dan Semoga diri ini terbentuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi disana. *Islam Tepadu jadikan pesantren diri

Jikalaupun aku bosan aku bisa mampir ke tempat SD-nya tuk bermain bersama anak kecil yang lucu-lucu disana, kurasa itu asyik karena masih dalam satu lingkungan. Mungkin tak ada lagi panggilan tray disana tapi bunda ayu. Iya bunda, cukuplah tray menjadi panggilan sayang di kampus. Bisa menempatkan diri dimana berada itulah yang terbaik, cintailah profesi dan orang-orang sekelilingmu maka akan engkau terima kembali cinta dari mereka.

Keep istiqomah, lets hamasah!.

Lain syakartum laazidannakum walain kafartum inna adzaabi lasyadid

Artinya: “Barangiapa mensyukuri nikmat-Ku, maka akan Ku tambahkan nikmat baginya. Dan barangsiapa kufur terhadap nikmatKu, sesungguhnya adzab-Ku amat pedih.” (Q.S. Ibrahim : 7)