wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridlo dan di ridloiNya, maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu”(QS.Al Fajr 28-30).

Kita harus meyakini bahwa hidup di dunia ini hakekatnya adalah merantau, tidak ada sesuatu yang abadi di dalamnya.Karena kita sedang merantau, maka mau tidak mau suatu saat kita akan pulang. Tempat yang permanen sudah disiapkan Allah di akhirat sana.Karena pulang adalah kepastian, maka kita harus merindukan pulang dengan panggilan yang indah dari sang pencipta

Dua pekan ini jiwa ini dibimbing untuk bermuhasabah lagi dan lagi

beberapa pekan lalu  kehilangan sosok ustad gaul yang namanya telah aku kenal waktu zaman SMA. Bisa aku bilang aku juga mengaguminya, mulai dari gaya ngomongnya, gaya candaanya, sosoknya, kisah hidup merengkuh jalan pertaubatannya, istrinya yang cantik+soleha, dan suaranya yang merdu dan kalo ngaji, masyaAllah. Melihat berita waktu itu tak terasa air mata jatuh, aku berandai-andai, bagaimana jika disholatkan dan dido’akan oleh orang sebanyak itu dan bagaimana juga jika menjadi sosok istrinya. Banyak sekali sisi hikmah jika kita menyadarinya. Menyadari makna setiap tetes airmata.

begitupun di usrah, naqibah menangis ketika menjelaskan materi ikhlas. entah apa yang membuatnya sesegukan menangis dan aku sedikit mencerna arti “rasa” itu. terdiam, merenung, sampai dimana kita berjalan selama ini??? iya, aku kerdil dan aku fakir akan hal ini.

dan kemarin belum lagi usai muhasabah.
kembali menerima kabar

“adek binaan mbak meninggal tadi karena kecelakaan”

innalillahi

“dia binaan yang baru ditransfer ke mbak  dan sebelum kejadiannya ia izin tak bisa hadir liqo’ dan itu adalah izinnya untuk terakhir kali”

Allahu ya Rabb, Engkau tempat menyimpan rahasia itu “waktu dan tempat”.

kami berdiri dan turut menyaksikan kendaraan terakhir , aku diapit dua orang wanita yang aku minta bantuannya untuk terus mengingatkanku dalam perjalanan ini.

aku tertegun melihat ia salah seorang yang sangat kuat dan aku tau ia wanita yang tak mudah menangis, dan tadi aku melihat air matanya jatuh walau segera ia seka sebaik mungkin. Aku kagum pada kalian.

sebaik-baik bekal kembali ialah “amalan sholeh” dan mendapat  pangilan indah yaitu “wahai jiwa yang tenang”.

inilah waktunya untuk terus berusaha melembutkan hati. membasahi ketika diri gersang. berbuatlah sesuatu hal baik selagi kau mampu , dimanapun dan kapanpun.

cintaku,cintamu,cinta mereka akan berlabuh pada cinta-Nya.

600211_276496379151716_503568251_n

6 mei 2013