Akhir- akhir ini kepikiran sesuatu, entahlah mungkin ini sebuah renungan atau sejenis kegelisahan pada generasi penerus.

kegelisahan pada tunas-tunas baru itu (baik laki2 maupun wanita), aku tak ingin mereka disebut karbitan, tapi mereka itu adalah potensi. Setelah ditelisik rasanya ada sesuatu yang janggal dalam proses pemupukan.

Berawal dari perbincangan bersama ukhti2ku, berdiskusi tentang ini. Membuat kami berfikir sesuatu “resah” akan sebuah fenomena. (semoga tak layak disebut fenomena)

Kenapa tunas baru lebih faham “fiqih dakwah” daripada isi surah pada Al-Qur’an yang berisi akidah dan tazkiyah?

Kenapa tunas baru yang baru belajar islam malah lebih kenal “risalah pergerakan” daripada menghatamkan sirah nabawiyah?

Kenapa tunas itu sudah diberikan “majmaturrasail” padahal bab Akhlak pun belum kelar?

Ya, kami khususnya saya menjadi resah dan jadi bahan renungan. Tapi saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Kami introspeksi diri mungkin ini ada kejanggalan dari lingkaran2 cahaya yang ada.

Jangan salahkan mereka jika mereka tak tsiqoh, jangan salahkan mereka jika mereka keras, jangan salahkan mereka jika mereka tak ihtirom, jangan salahkan mereka jika masih ada sentimen individu, jangan salahkan mereka jika mereka bagai bara api tanpa ada pendingin. Mereka tak salah, hanya saja ada suatu hal yang mungkin terlewat dari mereka. Dan itu salah siapa? Wallahu’alam

Ini cerita seorang ukhti :

“ukh, adek2 itu ado yang sudah baca MR di padahal mereka itu baru ngajinya”

“iy y ukh?”

“kuatir akan timpang saja pemahamannya jika diawal2 sudah diberikan hal-hal yang berat seperti itu, bacaan itu mereka dirasa belum perlu”

“hmm, ketidak seimbangan pemahaman dan akhlak mungkin akan terjadi, sedih kalo akan ada yang berjatuhan karena pondasi yang tak kokoh diawal”

“cek materi apa anti ksih ke mereka di awal dan cek buku bacaan binaan anti ukh,? Klo ana sudah ngecek”

“insyaAllah sesuai marhalah, cek buku ya! Oke insyaAllah”

 

***

mentoring

Mungkin dari wadah inilah sering terjadi ketimpangan, tapi memungkinkan juga dari lingkungan dan lapangan pun turut andil dalam hal ini.

akhir-akhir ini lagi sedang menyemangati mereka untuk khatamkan sirah nabawiyah sebelum mereka membaca hal-hal lain. Rajin mengabsen mereka jika bertemu sudah sampai membaca sirahnya?. Akidah dan Tazkiyah pun tingkatkan itu

Jujur, sedih rasanya apabila Rasulullah Saw manusia paling mulia yang pernah ada di bumi terbias oleh tokoh/Imam berpengaruh yang ada pada zamannya ini.

#AkuCintaRasul. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad,.

 

Mereka bukan karbitan apalagi instan, tapi jangan sodorkan mereka buku tanpa ada penjelasan. Tetap padukan dengan akhlak muslim melalui konsep tawazun.

( >.< mengerti apa saya tentang tawazun)

 

Semoga celoteh ini membawa kebaikan dan bukan suatu keburukan.

Hanya Opini yang ingin tertumpah

 

*Owh wajibat yang diberikan ke mereka itu menjadi fikiranku juga.