berjalan menelusuri jejak jejak setapak

mendengar gemericik aliran air

ikuti arus

suara-suara angin nan syahdu

dipadu suara kicauan burung

yap, harmoni

*jangan bilang aku adalah sosok yang puitis

sangat jauh dan itu bukanlah diriku

 

jejak itu dilalui

ritme-ritme makin tak beratur

mereka mulai menabuh suara yang kacau

suaranya menyakitkan telinga hingga

suasana menggerus perasaan

temukan lagi harmoni yang bersenandung

ingin kembali pada awal yang kutemui

harmoni-lah

karena kau tak akan bisa kembali

atau menyesali

dapatkah menjadi berharga

berguna, bukan hanya seonggok daging

menyapa dengan hangat, menjabat tangan yang membutuhkan

menebar cinta tanpa batas

harmoni, bisakah kau temukan aku.

#absurdalfath