Beberapa detik yang lalu ingatan saya kembali ke masa jaman tempo dulu, dimana pada jaman entah berantah tersebut saya mengenal bermacam-macam super hero di tipi.

Bisa kita sebut mereka itu ada kamen rider (ngetopnya: satria baja hitam), ultramen dengan bermacam versi,  power ranger de el el.

Anggap saja mereka itu super hero jaman saya masih polos, mungkin bisa dibilang seperti itu. Mereka selalu ada untuk sebuah misi kebaikan, kadang  mereka lemah tapi menjadi kuat kembali karena mereka dalam kebenaran. Saya di ending pilm selalu tersenyum bahagia.

“Yeee dak  jadi mati,” ^___^ gembiranya hatiku

“ayo bangun , lawan monsternya”  #cemas

Ketika kejahatan mulai merajalela, ia datang tak terduga.

“cepatlah berubah”

“ayo tolong mereka, cepatlah datang satria”  #ops, bukan manggil abang yang namanya satria ye.

Terkadang memori itu dapat membandingkan hikmah dengan apa yang aku rasakan sekarang, bukankah  kita boleh mengambil hikmah dari berbagai macam sisi baiknya.

Saya ingin membandingkan kisah super heroku di tipi dengan kisah  super hero jaman sekarang. Tapi Ini versi dakwah.

 

– Super hero itu, selalu dalam kebaikan dan kebenaran, tidak suka keburukan dan kejahatan. Membantu orang itu adalah tujuannya.

—— * Dalam dakwahpun itulah hakikatnya, berarti kita berusaha untuk menjadi super hero dong?

-super hero itu, ternyata orang dari kalangan biasa yang mendapatkan keistimewaan. Baik itu berupa jam tangan,kalung dan sebagainya untuk dapat berubah menjadi super hero.

—— *pernahkah berfikir, dalam dakwah ada orang2 terpilih itu. Soal keistimewaan biarlah yang azza wa jalla yang tau. Mungkin perhiasannya adalah amanah, untuk menjadikannya ia tetap bertahan.

– super hero itu ternyata ketika berubah menjadi hero, tidak boleh terlihat oleh siapapun. Tidak boleh ada yang tahu jati dirinya.

—– * dalam dakwah, banyak sekali niat ujub maupun sombong. Merasa diri paling pembela dakwah number one, katanya amanahnya bertebaran dimana-mana. Soal retorika dialah pakarnya, amal nyata buanyak banget buktinya hanya bertebaran di status facebook atau tertiup angin sosmed .hue.  Tapi yakin saja kalau hero  sejati dalam dakwah itu ada, ia tidak ingin menampakkan jati dirinya, Selalu bekerja dalam ketakutan pada Rabb-Nya

– super hero di tipi itu pasti memiliki musuh, entah itu monster atau entah apa lagi namanya. Ada pertikaian maupun intrik tuk saling melemahkan.

—– * dalam dakwah jangan ditanya, banyak sekali yang tidak suka bahkan ingin menjadi musuh. Itulah hakikat haq dan bathil. Tapi insyaAllah yang mendukung banyak seribukali. Ho

– Super hero itu kadang lemah, kasihan kalo lihat ultramen ketika lampu di dadanya sudah kedap-kedip berarti ia sedang lemah atau ketika kamen rider pingsan. Kita sebagai penonton merasa iba dan sangat berharap ia bangkit karena ialah harapan.

—– *dalam dakwah hero sejatipun terkadang memiliki masa futur (lemah), kalo lemah lalu siapa lagi yang menggantikan? tapi itu tidak lama ia segera bangkit untuk membela lagi kebaikan

– super hero itu tersenyum bahagia jika telah berhasil mengalahkan musuh dan menolong orang yang jiwanya terancam lalu kembali menjadi manusia biasa yang orang sekelilingnya tidak tahu bahwa ialah hero-nya

* seorang da’i seharusnya mungkin seperti itu juga, ikhlas dan bahagia setelah melakukan kebaikan, tidak lagi pamer dengan tetangganya atau siapapun.

 

Hmm banyak-banyaklah  super hero itu tumbuh di Indonesia tercinta ini.
biidznillah J

 

+ Ada lowongan yang mau daftar jadi super hero? Baru Sedikit dan ada seleksinya juga loh.

– ampun saya nyerah. Kalo jadi penyemangatnya si hero aja boleh?

+ Nggak boleh

– okelah Saya pamit,.  Semoga bisa ketemu si super hero di tengah jalan  ^___^

 

Si pencari hero (al fatih)