Wahai UMAT PILIHAN !

Kamu adalah kaum Muslimin, nama pilihan dan panggilan kehormatan yang diberikan Tuhan
dan dahulu sampai hari ini.
Kamu bukanlah golongan “mustalimin” kaum yang menyerah — kalah kepada kenyataan.
Sebagai Umat yang berIman, hadapi kenyataan hidup ini dengan kesedaran dan keinsafan,
kewaspadaan dan keperwiraan.
Hadapilah kenyataan di bumi dengan ketenangan jiwa dan keyakinan hidup!
Hanya dengan ketenangan jiwa dan keyakinan hidup, hanya dengan Sakinah dan Muthamainah

itulah kamu bermakna dan berguna hidup di tengah-tengah manusia di dunia.
Hanya dengan ‘Aqidah yang kuat dan qa’idah yang jelas, kamu dapat menempuh kehidupan ini.
Hanya dengan Wijhah hidup yang tegak dan khitah perjuangan yang cerah serta terang, kamu
dapat membawa Umat ini ke tepi ufuk ke Ridhaan Ilahi. Tegakkan ‘Aqidah Islamiah dalam dada
Umat, subur kan “Ibadah!”
Susun Umat ini dalam pola Jama’ah menurut tauladan Sunnah, akhiri Firqah!
Jama’ah adalah kekuatan dan kesatuan; Firqah adalah kelemahan, remuk dan kehancuran.
Hamparkan kembali tikar Ukhwah Islamiah dan Ukhwah Imaniyah di kalangan Umat Islam ini, tanamkan Mahabbah dan Marhamah!

Wahai ANGKATAN KINI!
Tak lama lagi engkau akan kembali pulang, memberi laporan kepada Tuhan,
mempertanggungjawabkan segala amal, jasa dan karyamu di dunia. Tinggalkan bengkalai ini
kepada generasi muda yang akan datang mengganti.
Hidupkan dinamik dan militansi muda Islam, yang akan menggantikan kamu setelah kamu tak
ada, yang akan meneruskan pekerjaan yang belum selesai ini. Janganlah kamu hendak hidup
seperti pohon beringin besar, yang ingin hidup sepanjang abad, dan tidak memberi kesempatan kepada tunas-tunas baru tumbuh dan menguntum di sekeliling.
Risalah dan Amanah ini tidak akan selesai di tangan engkau sendiri.
Susun dan sediakan Tenaga Baru, yang berbakat dan berkarekter, yang akan melanjutkan
perjuangan ini dengan segala keyakinan dan keperwiraan.
Tahukah engkau, salah satu sebab dan kelemahan Umat Islam ialah tiadanya atau kurangnya
kadar yang berwatak, kadar pemikir dan pejuang yang sanggup menggantikan angkatan lama?
Tulang dan tenagamu yang sudah semakin lemah, jatah umurmu telah semakin kurang
memesankan kepadamu supaya mencari ganti dihari kini.
Patah tumbuh hilang berganti; jangan ada “vacuum” pimpinan atau fathrah pedoman kelak
terjadi di kalangan Umat Islam.

Wahai ANGKATAN BARU!
Siapkanlah dirimu untuk menggantikan angkatan tua, mereka akan pulang tak lama lagi.
Janganlah engkau menjadi pemuda kecapi suling, yang bersenandung meratapi tepian yang
sudah runtuh, mengenangkan masa silam yang telah pergi jauh. Janganlah engkau membuat
kekeliruan lagi seperti pernah dilakukan oleh angkatan yang engkau gantikan. Teruskan
perjalanan ini dengan tenaga dan kakimu sendiri. Dada bumi cukup luas untuk menerima
kehadiranmu.Penuhilah segenap udara ini dengan kegiatan dan ketekunan, sungguh dan penuh.
Hadapilah tugas maha berat ini dengan jiwa besar, dengan dayajuang api semangat yang
nyalanya kuat dan keras.
Pupuklah Ruhul-Jihad, semangat revolusioner, radikal dan progressif dalam jiwamu, dan
bertindaklah sebagai laki-laki dengan perhitungan yang nyata dan pertimbangan yang matang.
Perkayalah dirimu dengan meneladan kepada masa silam, di mana ada yang rebah dan ada yang bangun, ada yang jatuh dan terus berdiri lagi. Kamu tidak boleh menjadi “plagiator” dan angkatan lama, dan tidak boleh pula menepuk dada serta meniadakan segala harga dan nilai, jasa dan karya dan angkatan lama.
Mereka kaya dengan pengalaman, engkau kaya dengan cita-cita.
Padukanlah pengalaman angkatan lama dengan nyala citamu!
Sejarah ini telah lama berjalan bergerak dan berkembang. Kamu hanyalah tenaga penyambung menyelesaikan bengkalai yang belum selesai. Meneruskan pekerjaan besar, sundut bersundut, dan keturunan yang satu kepada keturunan yang lain, angkatan kemudian angkatan.
Kafilah hidup ini adalah ibarat gelombang di lautan; menghempas yang satu, menyusul yang
lain; memecah yang pertama datang yang kedua.
Sedarilah posisi dan fungsimu dalam sejarah, dan lakukanlah tugas suci ini dengan pengertian,
keyakinan dan kesabaran!
Insafilah kedaulatanmu sebagai Pemuda Angkatan Baru, yang hendak menggantikan manusia
tua angkatan lama. Tidaklah sama dan serupa antara kedua angkatan zaman itu, kerana sejarah 76]=7===berjalan sentiasa menurut hukum dinamika dan hukum dialektika.

Usrah dan dakwah Hasan Al banna