Tulisan ini saya dedikasikan untuk semua muslimah yang telah berkeinginan membacanya (*loh)

Sebagai bekal pembelajaran buat diri sendiri (CtDS) dan para wanita yang berusaha menjadi sholeha (aaamiiiin)

Ilmu ini berawal dari sebuah perbincangan yang tidak disengaja dan dibumbui oleh intrik2 kejahilan

(^_^)

Ketika seorang ustadzah di TPA Nurul Islam membicarakan tentang wedding organizer (WO) untuk persiapan pernikahannya. Berharap ada WO ikhwah katanya agar sesuai.

Saat itu, tiba- tiba saya bicara gini  (please jangan kaget ya! He )

mbak, pakek bulu mata palsu bae yo, biar bagus kalo befotonya

Lalu dengan muka kaget, ekspresi yang nggak jelas , dan sedikit meninggikan nada, dia angkat suara “ adeeekkkk, dak boleh,  iih ngapo nak pakek bulu mato palsu tu

Dengan tampang songong akupun bilang “ emang kenapa mbak??” ( aku suka bikin orang kaget & liat ekspresi mbak tersebut, hhe dasar usil)

“ adek, haram tau bulu mata palsu tu, pakek maskara aja” ia menjelaskan.  (inget mas kara ya bukan mas kaya, ^_^)

Dengan sok lugunya kujawab “ oowwwhhhh

Nah ilmu baru nih, sebenernya bukan ilmu baru juga siih, dalam buku Fikh wanita itu memang telah dijelaskan larangan untuk bertabaruj/berhias berlebihan, sayangnya aku belum khatam bener karena kebentur Bab Munakahat dan Talak jadi pending dulu bacanya (hho ini alibi saja).

Sebenernya juga karena di buku fikih tersebut tidak dijelaskan secara rinci apa saja yang dilarang oleh agama dalam berhias  terutama untuk wanita muslimah, akhirnya saya mendapatkan beberapa referensi yang cukup shohih insyaAllah,.

Jauhilah cara berhias yang dilarang oleh Islam

 Check this out !!!

1.      Memotong rambut di atas pundak karena menyerupai laki-laki, kecuali dalam kondisi darurat

 2.      Menyambung rambut.

Nah ini termasuk dalam menambahkan rambut palsu (wig, sanggul dsb) serta hukum memakai bulu mata palsu termasuk juga dilarang

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut lain dan wanita yang meminta agar rambutnya disambung.” (HR. Bukhari Muslim)

 

3.      Menghilangkan sebagian atau seluruh alis

Tertera dalam Shahih Muslim bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallau ‘anhu berkata,

“Allah melaknat wanita yang mentato bagian-bagian dari tubuh dan wanita yang meminta untuk ditato, wanita yang mencukur seluruh atau sebagian alisnya dan wanita yang meminta untuk dicukur alisnya, dan wanita yang mengikir sela-sela gigi depannya untuk kecantikan, yang merubah ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla.”

4. Mengikir sela-sela gigi,

yaitu mengikir sela-sela gigi dengan alat kikir sehingga membentuk sedikit kerenggangan untuk tujuan mempercantik diri. Tetapi diperbolehkan jika mendesak dan tujuannya untuk kesehatan

  • oke sedikit faham kan?

Eh ada lagi nih :

“Apa hukum memakai sepatu hak tinggi bagi wanita,?

“apa hukum menggunakan  kutek bagi kaum wanita? Mana yang lebih baik, cat kuku atau daun pacar?”

Jawab :

Menggunakan sepatu hak tinggi tidak diperbolehkan karena bisa menyebabkan wanita yang memakainya terjatuh, sedangkan manusia senantiasa diperintahkan untuk menjauhi hal-hal yang membahayakan, berdasarkan keumuman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.

(Qs. Al-Baqarah: 195)

Serta firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَلاَ تَقْتُلُوْا أَنْفُسَكُمْ

Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (Qs. An-Nisa`: 29)

Juga karena menampakkan tingginya wanita lebih dari yang sebenarnya. Ini merupakan penipuan dan upaya untuk menampakkan keindahan yang wanita muslimah dilarang untuk menampakkannya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ

“Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam.” (Qs. An-Nur: 31)

Berdasarkan penjelasan, ternyata high heels itu banyak mudhoratnya(keburukan)  loh.  Coba Searching aja tentang dampaknya.

Sedangkan ,

kutek (cat kuku), tidak boleh dipakai karena menahan air ketika sedang wudhu dan mandi. Adapun tentang daun pacar, tidak mendapatkan larangan memakainya (ketika haid) sebagaimana ketika sedang suci.

Nah itulah sedikit penjelasan tentang fikih berhias wanita muslimah, terkadang Wanita dengan pesonanya memang memiliki moment-moment special dalam hidupnya yang membutuhkan tampil berhias di hal layak umum, ( cie.. ) tapi apa salahnya yakin deh, ‘don’t be sad’ kamu cantik dari hatimu, bersyukur atas segala karunia Allah swt bikin nambah pede and tuambah cuantik (ting…).

semoga kita dapat terjaga dari kejahiliyahan dan hal kesia-sian yang tidak diperbolehkan oleh agama rahmatan lil alamin (islam).

Oke sip, insyaAllah.

Sumber referensi:

http://www.konsultasisyariah.com

http://nadiyyah.net/2008/08/indahnya-berhias/