Biru langit disinari terik matahari, membuat sedikit memicingkan mata jika mendonggak ke atas langit.

Iya, Hari  ini  diawali dengan  aksi ke DPRD kota Palembang, dengan memakai Jakun (bukan jakun dalam arti sebenarnya loh), jakun disini adalah jaket kuning kebanggaan. Hho. Ditambah tulisan Gempur dikepala ,. Lalu gue bertanya ke temen di kanan gue, gempur itu nama pesawat kan?? Atau gempur itu yang dipakek buat nulis di papan tulis?? ,jiaah temen gue hanya bisa geleng2.

Eh ternyata GEMPUR itu = GErakan Mahasiswa PedUli Rakyat,. Keren ya! : )

Aksi ini menuntut agar solusi “maceeetttt” antara Palembang –inderalaya ataupun sebaliknya segera diatasi,. zuzah!  ini derita loe, gue n mereka juga sob. Kami yang notabenya mahasiswa telah bersusah  payah menempuh perjalanan cukup jauh, kini ditambah macet pula, waktu sangat berharga bapak ibuk! Dengarlah tuntutan kami ini   #sok memelas

Datang ke rumah wakil rakyat, kami disambut dengan cukup baik, mereka menjanjikan 2 bulan dari sekarang untuk penyelesain dan katanya hal ini sudah diupayakan terus,, ok, makasih loh pak, tenang kok kami aksi damai! Sedamai hati kami dan kami ini anak baik-baik.. uhuk

Bergerak menuju kantor “bapak”, kami sebagai anak (terserah diakui atau tidak) mencari “bapak” kami, eh  tapi ternyata apa?. Si bapak lagi sibuk merantau di tempat orang. Nah  lo!  kami sebagai anak kan jadi bingung mau mengadu kemana.  *Hiks, Cup cup cup kasihan !

Wah si bapak lagi tebar pesona di tempat orang, disini kami ditinggal. Sungguh terlaluu *kata bang Rhoma..  maju-mundur massa aksi tak mengendurkan semangat, tekad kami kokoh agar tuntutan didengar, melihat orang ber-toa di atas mobil pick up, serasa hidup menjadi mahasiswa ne. Hidup mahasiswa!! Sering kali kata itu diteriakkin. Hm kalo gue cowok mungkin saat ini udah pegang toa itu juga dengan semangat 45  #haha sok berani,.  maksudnya pegang toa-nya doang nggak pakek orasi ding.

Berharap aksi tuntutan kami segera ditindaklanjuti, dan kepada mahasiswa Unsri gue salut deh dengan aksi kali ini,. Elegant! Kita punya adab dan  kita punya aturan, jangan pernah lupakan itu. Tutup dengan salam dan ucapan terima kasih.

Selepas aksi, gue n temen gue *udah ah capek pakek gue-gue-an sekarang kembali ke semula, #cukup ya sok gaulnya. Hihi

Satu jam kemudian,.  (ting tong)

Pengalaman hari ini bakal tidak terlupakan, bersama satu akhwat dari fak.merah diajak dan mengajak untuk mengelilingi pasar. hal pertama, saya diajak olehnya sholat di bawah kolong jembatan.  Sempat bingung maksudnya apa. Eh ternyata bener, tempat sholat tersebut tepat berada di bawah jembatan Ampere euy, baru tau ada tempat beginian  #hmmm

Setelah capek keliling pasar mencari sesuatu yang “kodian”.oops,. selanjutnya saya diajaknya mencari bekal kado untuk walimahan,  menaiki angkot menuju mall underground. Menarik juga ni, maklum baru pertama kali mengunjunginya, dengan sedikit kesotoyan kami berdua muter-muter disana,*komedi putar kali..

lalu  keluar kalimat “heem  bau  tanah  yo mb disini ?” seketika saudariku itu tertawa dan berkata “ naah loh, kito sekarang berada di bawah tanah dong, berarti cak di kuburan”. Hihi, Senyum ringan terlepas.

Kembali cari kado buat calon sepasang pengantin alumni kampus kami. O iya, “Ada yang bilang kalo ikhwan (bc:cowok) dak boleh  nikah dengan akhwat (bc:cewek) sekampus! Apa landasannya ? kok gitu? ya iyalah satu orang aja susah apalagi sekampus, banyak amat” ^_^  (Anekdot)

Mencari kado itu susah2 gampang ternyata, tapi semoga pernikahan kk  + mbaknya berkah dan kadonya dapat digunakan sebaik mungkin. Seperti kata seseorang itu semoga jadi keluarga SaMaRaDa (sakinah mawaddah rahmah wa dakwah). Aamiin

Lanjut,.

‘Wuih ni kaki, kalo bisa dicopot dulu’ ujar saudariku ini, ya begitulah, Jauh banget kalo diukur perjalanan hari ini. Tak terasa hampir pukul 6 sore, sambil menunggu angkot saudariku ini memberikan tips, berikut tipsnya : kalo pegel cak ini enaknya kaki direndam air hangat lalu tambahin garam. Akupun menatapnya sambil berkata: serius begitu??  Lalu  ia jawab, iya beneran, beneran jadi pindang tulang, tulang kaki maksudnya, wkwk   #gubrakkk

Sampai dirumah, penuhi kewajiban yang telah menjadi kebutuhan. dilanjutkan sambil mencoret2 dilayar ini, kakiku terasa apa ya, pokoknya begitulah. Waktu menjelang malam aku teringat perkataan tadi siang  ’rendam air hangat’

Segera cari baskom masukkan air hangat ditambah garam. Super sekali! Manjur. Bapakku melihat ulahku ini, mungkin dalam benaknya apa yang sedang dikerjakan anaknya satu ini, lalu sambil menatap dingin ia bertanya “ sudah  praktek tipsnya??”. Hho, opssss   #spechless

Celoteh.

5 jul 2012