Sejuk,.  Jujur saya tak bisa membuka tulisan dengan kalimat indah nan mempesona maka biarkan cukup dengan kata sejuk

#he. Sekian.

Baiklah saya  akan memanggil memori dua hari lalu, atas request juga tuk ditulis di tempat ini .

Nah, 2 hari lalu tepatnya tgl 31 mei di kampus unsri kemaren ada acara mata najwa tepatnya di ruang auditorium unsri inderalaya, itu program metro tipi looh.. #yang punya tipi ditonton tipinya

  • Mulai darimana ya ceritanya,.

Start dari ambil tiket deh, ayunkan langkah kaki terseok2 dan #jleb tiba di depan audit ,.

waah yang antre lumayan ya. Berbekal nomor hape maka nomor itu tujuanku dan Alhamdulillah langsung tanda tangan dan dapet tiketnya bersama seorang teman yang tiketnya ini didapat dari menggantikan temen yang tak bisa hadir, toh nggak diperiksa detail kok! Yang nggak punya tiket juga tetep bisa masuk tetapi di podium atas, yah wajarlah mereka butuh masa. Bedanya cuma di snack & note gratis bagi yang punya tiket  :)

pukul 2 kurang mulai masuk ruangan dan ternyata udah penuh, padahal rencana awal pengen duduk depan biar jelas, dapetnya di tengah hampir belakang pula, tapi itu bukan masalah serius.Yang ada malah sms memenuhi hapeku, berisi seruan-seruan agar aku segera keluar dari ruangan ini.  Seruan pertama ternyata dosen pembimbingku berada di dekanat, siip ini kesempatan bimbingan. Seruan kedua  dari ppsdm  yaitu Sekolah NADWAH, dalam BPH aku tak boleh mengelak, ada rasa berusaha tanggung jawab juga disini.

Tergopoh-gopoh meninggalkan audit tanpa disertai tas yang kutitip dengan teman, menuju dekanat fkip dengan angkot kuning, berlarian menuju dekanat lantai tiga,. Huftt huftt tarik nafas dulu. Di depan ruangan firasat buruk terasa, draftku dibawa dosennya dak yo?? Menelepon beliau sambil bersandar di depan ruangannya ,hanya dinding yang memisahkan kami. #dilematis

Alhasil  dijawab “berkasnya di Palembang, idak ibu bawak hari ini”.. Ya Rabbi, benar firasatku. Berjalan gontai menuruni tangga lantai tiga, tapi untung saja tidak turun hujan..hhe. #innallaha ma ashobirin.

Memenuhi seruan kedua yaitu di fak.teknik, semua butuh kesolidan, bagaimanapun ini agenda wajiha dan jama’ah, siapa yang akan perduli kalo kita tidak perduli, betul atau bener? Walau terkadang ada kondisi yang  tidak terelakkan..

lanjuut,. sebenernya paling segan ke fakultas ini, ada aura berbeda menurutku, mungkin karena penghuninya kebanyakan lelaki dan terkadang orang-orang disini menyebalkan, emang saya orang dari planet, masa’ diliatin dari ujung kepala ampe ujung kaki, tenang kok kakiku masih nyentuh tanah nih. Dengan tampang cuek and serasa ni fakultas punyaku, lewat- lewat ajalah naik lantai atas turun lagi kebawah,. #Help me ruangannya dimana? Info kurang jelas.. ketawan banget aku bukan penduduk sini. Maluu  -_-

Sampai di tempat, salah seorang ukhty berkomentar “ ne try ni ikutan juga acara itu yo, coba perhatikan simbol mata najwa itu try, mata satu”  gleek maksudne?  “iya, mungkin b ada maksud meng-universalkan simbol itu”

ooo, baru ngerti saya apa maksudnya, baru ngeh. Apa bener ya ada hubungannya? Masa’ sih?, tapi memang kenapa simbolnya harus mata satu ya ? Hmmmm  #mikir

agendapun selesai ba’da ashar, nah looh acara di auditorium udah sampe mana ni?? Baiklah aku akan kembali ke audit dan sangat pas sekali pembicara yang kunanti sedang berbicara di podium.  yup tidak lain tidak bukan adalah pak Anies Baswedan (Indonesia mengajar) dan saya pun duduk manis menyaksikan perbincangan mereka.

Saat itu ada 3 orang yang duduk di podium, Najwa shihab, Anis baswedan dan seorang bapak yang hijrah untuk mengajar di sekolah gratis tuk anak-anak yang tidak mampu. Kagum dengan semangat bapak itu untuk berjuang memperbaiki keadaan pendidikan. Saya tak terlalu jelas mendengarkan percakapan mereka secara detail karena ruangan penuh dan tempat duduk tidak terlalu dekat. Tapi intinya mereka membahas halangan rintangan dan rasa optimisme untuk bekerja.

Treeng, selanjutnya setelah bapak itu turun dari podium Najwa shihab memanggil 6 orang dengan memakai rompi hitam, 2 orang lelaki dan 4 orang wanita berjilbab,.

Yupz, mereka adalah pengajar muda hasil seleksi Indonesia mengajar, mereka berenam ditempatkan di beberapa SD di SUMSEL, muara enim dan saya lupa nama daerah yang cukup terpencil tersebut, yang pasti mereka menarik perhatian orang2 yang ada di audit saat itu.

Merekapun mulai mengenalkan diri, kalian tau mereka darimana saja?

  • yang pertama seorang lelaki alumni universitas di melbourne, Australia
  • yang kedua lelaki alumni Universitas gadjah mada
  • dan yang para wanitanya berasal dari Universitas Indonesia dan UGM.

Super sekali mereka, mereka diwawancara satu persatu tentang kenapa mau ikut dll, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang “peduli”.

Salah seorang dari mereka bercerita bahwa ia setiap harinya harus memakai sepatu boot menuju tempatnya mengajar karena berlumpur , dan hari ini ia membeli sepatu baru untuk datang ke auditorium unsri,  lalu tepuk sorai bergemuruh di auditorium.

Suka duka mereka cukup banyak diceritakan, dan ternyata pengalaman mereka sebentar lagi berakhir karena lebih kurang 2 bulan lagi untuk mengenapkan menjadi setahun mereka mengajar . Setahun yang tidak akan terlupakan seumur hidup bagi mereka.

Selama mendengar penjelasan dan pemaparan mereka, saya melihat layar disebelah kiri bertuliskan :

“ angkatan Indonesia mengajar selanjutnya dibuka pada November- desember 2012”

Dibilang berminat mungkin sangat berminat tetapi nyali saya sudah kerdil terlebih dahulu, kenapa ? karena seleksinya lumayan sulit dan menurutku bermanfaat bagi orang lain tak mesti gabung dengan mereka bukan, masih banyak tempat “menebar kebaikan lewat pendidikan” asal kita memiliki kemampuan dan kemauan, everywhere. Lagi-lagi menyadarkan bukan mata manusia yang menilai apalagi hanya mata najwa.hoho. jadi berkaryalah!!

Indonesia mengajar berharap mereka yang bergabung kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki jiwa perduli dan merasakan apa yang ada pada lapangan bukan hanya ilmu abstrak.

Terakhir, dari statement pak Anies Baswedan ;

“Indonesia tidak kekurangan guru, jumlah guru dan siswa sudah sesuai menurut jumlah tetapi distribusi guru yang tidak sesuai, penumpukan guru di daerah pusat sedangkan daerah lain kekurangan”

#menjadi pemikiran kita bersama

Acara pun selesai, kembali ke terminal dan menaiki bis disore hari..homm pulang kemalaman lagi. Ketika bis melewati auditorium terlihat pak anies baswedan keluar menuju mobil metro tv sambil ada yang berfoto dan tanda tangan, beliau terlihat dari dekat. Saya tidak mengidolakan beliau tapi saya suka dengan proyek pendidikannya itu.

Ada satu keyakinan, semoga proyek2 lainnya berasal dari kita, ikhwah ??  #mimpi

Bermimpilah, karena bermimpi itu gratisss! Capai pakek DUIT =doa,usaha,ikhtiar,tawakal ^_^

Nt : maaf kalo opening tulisannya kebanyakan daripada nonton acaranya, maklum telat hadir disana.he

 

Salam

Diary”fath”pembelajar

1.6.2012