Apa itu JIL??

Akhir-akhir ini kita sering mendengar kata JIL di media-media social. Saya termasuk telat untuk meng-update tentang ini dan mingu-minggu ini saya baru sering pantengin kabar tentang JIL.

JIL singkatan dari Jaringan “islam” liberal tapi boleh juga disebut Jaringan Iblis Laknatullah.

Awalnya saya hanya menggangap JIL itu hanya membual, sedikit membelokkan agama islam dan mungkin tidak terlalu parah, itu presepsi awal saya karena saya belum tau oknum2 JIL yang sekarang.
Pekan kemarin saat berlayar di twitter ada ustadz yang sedang bertwit dgn seseorang yang kata-katanya aneh bin menyeramkan, ketika dibuka twit orang tersebut maka “astagfirullah” terucap

‘ooo ini salah satu oknum JIL itu’, rasa penasaran saya pun tidak sampai disitu. Saya cari biografi orang2 tersebut dan ternyata mereka itu kebanyakan dibesarkan dalam lingkungan yang sangat agamis namun ketika berkuliah mereka itu juga alumni luar negeri yang notabenya kampus-kampus asing yang sangat rentan sekali dengan pemikiran2 apatis dan liberalis #background. wallahu’alam
Saat membaca kalimat yang mereka lontarkan, saya cukup dibuat kesal dan geregetan, mereka menghina agama yang saya yakini dan pelajari. Oknum2 ini mengapa sampai seperti itu.

Sekarang baru tau tingkah apa saja yang mereka perbuat, sangat membahayakan sekali, memecahbelah dan mengaburkan ajaran agama. huft
Esoknya, saya melihat selebaran berisi tentang JIL ini, kalimat di twitter yang diekspos oleh gerakan #IndonesiatanpaJIL. Naudzubillah mindzalik membaca itu, saudari disebelahku yang ikut membacanya pun terus beristigfar dan menunjukkan kekesalannya. Alhasil kami menggerutu kayak ibu-ibu lagi ngomongin JIL -_-

Sesampai dirumah, berhubung belum ada orang yang bisa diajak berdiskusi maka bapak pun jadi orang yang saya ajak berdiskusi walau bapak juga kurasa tidak terlalu mengerti apa yang diucapkan anaknya ini, kusodorkan lebaran itu lalu dibaca olehnya. Dengan nada yang cukup datar bapak bilang ‘ bahayo ini,kalo wong yang dak ngerti pasti ikut dengan mereka ni, tulisan ini mencampur agama dengan bahasa, dak bisolah cak itu, pacak nian mereka merangkai kalimatnya’. Yupz, sangat setuju saya dengan statement ini. Uye! Diskusi pun berlanjut dengan semangat berapi bermaksud untuk mengkompori, tapi apa respon bapak selanjutnya ‘yasudah itu pemikiran mereka dak usah ikut campur’. Yaaahhhh #gubrak 

JIL ini bikin kesel bikin keki bikin dosa deh, makan nggak enak, tidur nggak nyenyak #lebay.com

Kalo mengutip kalimat salah satu twit yang anti JIL begini ‘orang-orang JIL itu nanti tau rasa kalo diserang dan ditimpukin oleh umahat (ibu-ibu) DPD’. ^_^ (saya sangat setuju,apalagi kalo para cewek udah marah maka apapun akan dikerahkan. Ambil panci, tutup kepala oknum JIL pakek panci terus dipukul-pukulin deh pakai kayu.hohoho biar tau rasa #Seru_Ngebayanginnya ^_^) #emosi

Ya, ini sangat membahayakan. Yang mereka racuni adalah pemikiran, menggeser akidah, mereka itu ditunggangi oleh “west”, mereka itu didanai dan disponsori oleh pihak tertentu. Kali ini tugas berat bagi setiap da’i tuk terus menebar kebaikan, menebar ilmu, menjaga Indonesia. Semoga Allah swt terus menjaga kita dan masyarakat muslim Indonesia.
– Dengan apa menghalau pemikiran mereka ?
– seberapa banyak muslim yang mesti sadar?
– kita mesti butuh kekuatan dan kekuasaan?
Baiklah, mari kita berfikir dan berusaha mencari solusi menyelamatkan akidah bangsa. Manusia berbuat sesuai dengan kedudukannya. Apapun profesimu maka ada kewajiban menyampaikan pesan Tuhanmu.

Dan untuk JIL :
Q.S Luqman (31) ayat 6 = “dan diantara manusia (ada) yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikan olok-olokan . Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”

Wallahu’alam bisawab.
Semoga muslim Indonesia dan masyarakat muslim dunia terjaga.
#Tanpa JIL

Fath_3ayu
10512