Kilauan Langit siang memancarkan cahayanya memasuki celah-celah dedaunan pohon nan rindang ,desiran angin lembut mengibaskan poni ini,tertawa sambil bercerita menghabiskan waktu siang disini, karena dua jam yang lalu kegiatan belajar telah berakhir,itulah taman sekolahku. Beranjak dari taman kulangkahkan kaki menuju ruang kelas mengambil tas ranselku, menuju kelas kuharus melewati mushola kecil imut bewarna hijau, pandanganku tertoleh kepada sekelompok teman berkumpul didalam mushola itu,
“mereka itu sedang ngapain sih?”, hmm itu ya kerjaan anak Rohis,udahlah emang gue pikirin.. yuk pulang!

Esok harinya,.
Gadis berjilbab putih teman sekelasku mendekati sambil bertanya

“udah dapet undangan belum zha?”

“undangan apa,nggak ada kok”

“belum ya, ada undangan buat kamu,acaranya hari minggu ini di masjid an-nahl. nanti dikasih undangannya”
“ooo,tapi belum tau bisa datang atau nggak ya,nggak janji deh”

Ternyata ini undangan dari anak rohis, emang acara apaain ini. Tapi nggak salah juga kalo Aku Ikut aja ah,lagipula masjidnya nggak jauh dari rumahku. Bulatkan tekat untuk ikut walau aturannya meski pakek jilbab.

Minggu pagi,.
Ups, ternyata aku paling pagi datang,mesti seneng atau sedih ya. Celingak celinguk melihat masjidnya cuma kulihat dua orang lelaki menyapu lantai sambil buka pintu masjid, mereka itu yang biasa disebut ikhwan oleh temen-temen rohis. Wah, nggak jadi deh aku masuk, putar badan, ambil langkah pu-la-en-ge, pulang aja.
Sesampai di depan gang atau lorong masjid, tiba-tiba terlihat cewek dengan jilbab pink tersenyum ke arahku, lalu mendekat

“ mau kemana,masjidnya ke dalam.yuk masuk zha”

“iya, nunggu kalian lama bener”, aku berusaha menutupi niatku untuk pulang tadi. Sudah tanggung disini, masuk lagi deh

“Cantik zha pakek jilbab”  imbuh temanku itu

“lama masangnya nih, perasaan nggak rapi, miring-miring terus, gatel pakenya, telingaku juga sakit nih,..bla bla bla…” celotehku

huft dia bales hanya tersenyum dan bilang “ iya awal-awal memang begitu zha”
memasukki masjid hampir saja aku memasuki pintu depan, segera temanku itu memanggil,

“zha, lewat belakang sini, disitu tempat ikhwan”

Weh, tempat ikhwan, bilang dong dari tadi, kalo salah masuk bisa gawat
Acarapun dimulai, tapi selama acara kau tau apa yang aku dapatkan yaitu kebosanan yang sangat, entah pembicaranya tidak tau itu siapa, nggak liat tampangnya, cuma liat papan tulis  yang tampak.
Bersebelahan dengan pembatas dinding kayu. Aku mulai tidak betah, tapi untunglah ketika rasa kebosanan membuncah selesai juga acaranya, jujur aku nggak ngerti apa yang mereka bicarakan, yang aku tau bahasannya adalah analisis SWOT, mana mengerti aku tentang itu. Kali ini aku bener- bener salah menghadiri undangan, atau panitia ini salah kasih undangan .
Akhirnya tibalah waktunya saya memperkenalkan diri di depan temen-temen cewek yang hadir disana .

“namaku zaskia alfath dari kelas XI IPA C biasa dipanggil zha  ”.

sebenarnya cuma itu yang sedikit acara istimewa bagiku saat itu, eits tapi belum,vternyata kemudian ada seorang wanita lebih sedikit dewasa dari kami masuk ke tempat kami duduk, tersenyum dengan tampilan yang beda dari kami, sepertinya ia seorang mahasiswi. Apa yang berbeda dari gadis itu, mengenai jilbabnya, jilbab yang panjang dan rapi ditambah wajah manis yang ia tampilkan.

Dari perkenalan aku tau,  ia adalah alumni kami, ketika akan pulang dari masjid tersebut, kulangkahkan kaki keluar perkarangan masjid, tiba-tiba seseorang memanggil namaku, kutolehkan wajah ke arahnya , ternyata kakak berwajah manis tadi tersenyum sambil melambaikan tangannya,  kubalas senyum walau sedikit kaku “cepat sekali ia mengingat namaku” kataku dalam hati,  dan mulai saat itu aku kan lebih sering bertemu dengannya.

Suatu sore di masjid misbahudin
Inilah masjid yang terletak di sekitar sekolahku, kali ini kami berlima disini mencoba menghapal ayat-ayat yang telah ditentukan sambil menunggu gadis manis berjilbab panjang yang telah aku kenal 5 bulan yang lalu, aku tersadar ternyata disini hanya aku sendiri yang belum menutup kepalaku dengan jilbab seperti mereka, kemantapan hati itu belum ada dan aku masih cukup bangga dengan poni dan kuncirku ini.hmmmm,. Akhirnya yang kami tunggu pun datang,
“assalamu’alaykum” sapanya
“wa’alykumussalam” jawab kami serempak
“lama ya menunggu,maaf ya dek,bisnya lama dan masih ada yang mesti diurusi di kampus” tuturnya mengklarifikasi
Disela-sela yang ia sampaikan, ada sesuatu video yang akan ia perlihatkan ke kami, tapi ia berpesan siapa yang belum berani maka tidak usah melihatnya.
“ zha,nggak usah lihat ya, nanti takut atau mual melihatnya” imbuhnya
Ditanya seperti itu malah membuat aku makin penasaran, ada apa di video itu?
Seketika aliran darahku berdesir hingga ke ubun- ubun, perutku mual melihatnya, satu yang bisa kuucap astagfirullah sambil menutup mulutku.
Itulah video kekejian para dokter zionis Israel ketika membelah tubuh para mayat warga palestina, pisau-pisau tajam merobek tubuh mengambil organ dalam mereka, kepala pun tak lepas dari sayatan pisau tersebut, darah dimana – mana. Nastagfirullah. Saat itu aku hanya bertanya “  Benarkah itu manusia?”. Ya,berita Israel lagi hangat-hangatnya saat itu tahun 2007,serangan demi serangan mereka lancarkan pada rakyat tak berdosa. Perdulikah kita sebagai umat muslim, Do’a kami untuk kalian.

Mushola sekolah
Berwudhu melepaskan segala kepenatan usai belajar dikelas, bersiap menunaikan kebutuhanku sebagai seorang hamba, kali ini aku sendirian menunaikannya, tak ada teman berjama’ah tapi ada suatu ketenangan tersendiri disini. Telah kupakai mukenah kuhadapkan wajah ke kiblat lalu kutatap tulisan di depanku yang tergantung di dinding itu, tulisan arab beserta artinya seperti ini ;

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya…..”

Tak terlalu menghiraukan tulisan itu, sekarang aku mau sholat dulu. Usai sholat kusadari aku belum melaksanakan ayat itu, sudahlah nanti saja, aku belum siap untuk hal wajib itu.
Berjalannya waktu gadis manis berjilbab panjang itu mulai memahami sifatku ini, aku yang cukup tomboy dan tidak suka dipaksa ini akhirnya cukup luluh dengan mengatakan niatan untuk berjilbab, tapi tetap dengan janji nanti ketika lulus ujian nasional saja.
Aku hanya bisa mengubar janji bukan bukti saat itu, aku sombong. Tapi ada rasa yang mulai tumbuh di dalam hati ini, benih perubahan yang bergejolak.
Hingga suatu ketika gadis manis berjilbab panjang itu memberikan aku sekeping VCD dan berkata;
“ini ada kaset buat zha,diputer di rumah aja ya”
“tentang apa ini kak ?”
“ada deh diputer aja nanti dirumah ya “ sambil tersenyum
“tidak mengerikan kan? tidak mau kalo serem”. Aku curiga dengan video yang waktu itu ia tunjukkan ke kami
“nggak, tenang aja”

Di rumah
Aku penasaran dengan sekeping VCD ini, ketika ruang tamu sepi kunyalakan TV dan VCD tersebut. Tak ada gambar yang tampak tapi lambat laun kudengar suara yang tak asing lagi ditelinga,. Iya ini adalah suara Aa Gym atau Abdullah gymnastiar membawakan sebuah nasihat CERMIN DIRI, kudengarkan dengan khusuk kalimat demi kalimat yang ia sampaikan ;

CERMIN DIRI
Oleh : Abdullah Gymnastiar
Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok wajah yang telah kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh¦sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang ku lihat..!!!!!
Tatkla kutatap wajah, hatiku bertanya ???
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya
Bersinar di Syurga sana
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di Neraka Jahannam
Tatkala ku tatap mata nanar hatiku bertanya ????
Mata inikah yang kan menatap penuh kelezatan dan kerinduan
Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap Kekasih-kekasih Allah kelak
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai
Menatap Neraka Jahannam
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan
Wahai mata ?¦apa gerangan yang kau tatap selama ini!!!!!
Tatkala ku tatap mulut !!!!!!!!!!!
Apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh kerinduan
Mengucap¦ La ilaha ilallah saat sakaratul maut menjemput
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur
Dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah Zakun Jahanam
yang getir, penghangus, penghancur setiap usus
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan
Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu
yang mengiris tajam
berapa banyak kata-kata semanis madu yang palsu
yang engkau ucapkan untuk menipu
betapa jarang engkau jujur
betapa langkanya engkau syahdu
memohon agar Tuhan mengampunimu
Tatkala kutatap tubuhku……..
Apakah tubuh ini kelak yang penuh cahaya ?
bersinar, bersukacita, bercengkrama di syurga…..
atau tubuh yang akan tercabik-cabik
hancur, mendidih di dalam lahar, membara, terpasung tanpa ampun
derita yang tak pernah berakhir……
Wahai tubuh! Berapa maksiat yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba Allah yang lemah yang engkau tindas
dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak peluru pertolongan yang engkau acuhkan dan tanpa peduli padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas wahai tubuh ?
Seperti apa gerangan isi hatimu ?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu ?
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu ?
Apakah hatimu segagah ototmu ?
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok ?
Apakah hatimu seindah penampilanmu ?
Atau sebusuk kotoran-kotoranmu ?
Betapa beda, betapa beda………………..
apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi
Aku…aku tlah tertipu ! aku tertipu oleh topeng..!!!
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng !!!
Hanyalah topeng belaka….
Betapa ujian yang terhambur hanyalah ujian topeng
Betapa yang indah hanyalah topeng
Sedangkan aku hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu…..aku malu Ya… Allah…….
Allah….selamatkan aku Ya…. Allah…….
Allah….selamatkan aku ……… selamatkan aku…….

*****
Dengan suara parau ia tutup kalimat,.
Aku bagai tersambar petir,gemuruh di dada, sesak yang aku rasakan, gemetar tubuhku. Tak kuasa aku membendung air mata ini. Segera aku matikan TV dan menyimpan VCD itu dan masuk ke kamar lalu menguncinya,

aku berdiri di depan kaca, kutatapi wajah ini dengan sungguh-sungguh, kembali kalimat itu bermunculan membisikkan di telinga. Wajahku berubah menjadi hitam kelam, gosok terbakar api atau wajahku bercahaya dan tersenyum bahagia, Ya Rabb air mata tak hentinya mengalir.
Tersungkur aku sambil sesegukkan di depan kaca,

“aku ingin menutup auratku dan mengubah akhlakku, aku belum terlambat kan ya Allah?”

Mulai saat ini aku akan berjilbab dan berhijab insyaAllah. Aku bersyukur di usiaku 17 tahun ini aku telah berjilbab walau itupun sebenarnya cukup telat,kuanggap Allah sayang dan suka dengan sweet seventeenku !

Kini kukatakan, Hijab,I am in Love!!
Dan Aku ingin menjadi “ wanita cantik kepunyaan Allah swt “ 

sweethome,.
memori @2007
Alfath