Jilbab sesungguhnya merupakan ciri khas seorang muslimah yang berusaha menjaga kehormatan di mata manusia dan terutama di mata Penciptanya.
Kewajibannya itu pun tersampaikan dalam ayat cintaNYA:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi katakan pd istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, & istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang dg demikian itu supaya mereka mudah dikenal, karena itu mereka tdk diganggu.” (Q.S Al-Ahzab: 59)

Semua wanita ingin dihargai dan tidak dilecehkan,yap itulah jalan yang ditunjukkan oleh Sang Kekasih.

Mencoba menshare apa yang terjadi dan apa yang aku tahu disekelilingku,.

Hari itu,salah satu temanku mengabarkan bahwa dua orang saudari kami mengundurkan diri dari mengajar bimbingan les bahasa inggris yang cukup terkenal di kota kami,sementara yang aku tau gaji disana cukup menggiurkan.
Pertama kali yang ingin aku tau adalah,.Why?Alasannya apa hingga seperti itu.

Setelah aku tau,.
Dan tidak lain alasannya adalah jilbab,.
Astagfirullah,.

Akhirnya alasan itu menyentuh kami, betapa miris rasanya. Kami masih di dunia kampus,namun telah diberi contoh kejamnya ranah dunia setelah kampus.

Menurut temanku itu,meraka harus memakai pakaian yang ditentukan bimbel dengan memendekkan jilbab tentunya.
(pernyataan itu membuatku lebih penasaran untuk menanyakan langsung pada saudariku yang bersangkutan itu)

Hari ini,kubertemu di mushola dengan ukhty yang bersangkutan.
Usai sholat dzuhur kami bercerita di depan mushola, kucoba bertanya akan berita pengunduran dirinya dari bimbel cukup terkenal itu.

”anti,mengundurkan diri mengajar dari bimbel *u**or”
“iya ukh”
“kenapa”
“ya,peraturan baru itu yang mengaharuskan kami memendekan jilbab”
“kok bisa,bagaimana”
“ya,dengan alasan ingin lebih universal dan terlihat rapi katanya ,anti bayangin jilbabnya mesti dimasukin dalam baju (baca: lilit)”
(sedikit ku menghela nafas)
Lalu ia melanjutkan penjelasannya,.saya merasa Bangga ukh,bukan dipecat tapi mengundurkan diri dengan ikhlas dan itu lebih aku senangi”
“sabar ya,insyaAllah akan ada rezeki lain dari Allah”
“ya pasti, ini baru secuil ujian ukh, ba’da kampus akan terlihat bagaimana kita nantinya ,muslimah yang bagaimanakah kita?”
(sungguh pernyataan ini menggetarkan hati)
“saling menguatkan ya”

Ingatlah Allah selalu punya rencana indah bagi kita,. la tahzan (janganlah bersedih hati):

“Dan janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati sebab kamu paling tinggi derajatnya,jira kamu orang beriman” (QS.Ali-imran:139)

Semoga semangat tetap tertanam kuat dalam jiwa.
Satu kalimat yang yang paling kuingat yang ia sampaikan
”mereka punya aturan tapi aku punya prinsip”.
Prinsip inilah yang harus kita pertahankan.

Begitu gejolak di hatiku,deras aliran darah.
Aku yakin itulah namanya istiqomah,yang begitu sulit.Rasulullah saw pun beruban memikirkan apa itu istiqomah.
1 atau 2 tahun kedepan tak ada yang tau kondisi kita kawan,tak ada jaminan.
do’a serta janji pada Rabb yang menguatkan dan janganlah sendirian,tetaplah dalam jama’ah.

Ada hal lain yang terbesit,sebuah tempat ba’da kampus itu akan dimanakah?
Tempat dimana tetap terjaganya iman,seperti para ashabul kahfi.
Fikiran ini mengingatkanku akan perkataan first murobbi yang pernah berpesan” ikhwah itu harus menduduki posisi dan jabatan penting,bergeraklah di segala aspek atau menyeluruh”.
Ya,sekarang aku mengerti akan makna kata2 itu,dengan pendapatku bahwa jika ikhwah yang berada di posisi ”penting” maka mungkin tak akan ada peristiwa seperti contoh kecil diatas.

berharap kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan ini,
semoga Allah swt selalu menjaga komitmen kita,karena para pendahulu kita pun telah melewatinya,bahkan lebih terjal.
”Mengapa jalan ini berkerikil dan pahit jawabnya karena syurga itu manis kawan”

Dalam renungan
-23_mei_11-
Ayualfath.