Mau corat coret mengingat kejadian tanggal 21 april,.

 

Untuk kesekian kalinya pulang sore dari Indralaya, bersama para punggawa Barokah,dengan agenda terakhir kepengurusan kami,angkatan 2008.

Gebyar 17 BAROKAH.

 

Agenda breafing berakhir dan membahas persiapan selanjutnya yaitu seminar pada hari sabtu,sekaligus memfikskan acara.

Tak terasa Langit mulai gelap,melihat jam ternyata sudah menunjukkan pukul 17.55.

”ya Rabb hampir magrib di indralaya”

Korwat kami pun berkata,sepertiny magrib dsini kita.

 

Yup,akhirnya kami bertujuh naik angkot dan sholat di salah satu kostan  adek tingkat yang berada d timbangan.

Tak terasa jamku menunjukkan pukul 18.46 wib.
”hmm nyampe palembang pukul berapa ini,masih adakah angkot” batinku.

 

Dalam keadaan blm makan kami semua membeli gorengan,lumayan menganjal perut.

lalu saya mampir membeli minuman gelas tuk perjalanan kami di warung.

Ketika membeli ada seorang bapak bertanya padaku,

” dari mana dek? Sekolah dimana sampe malam?”

tadi ada acara dulu pak d kampus,.

Ngapo sampe malem?

Iy,mesti beresin dulu.

Balek ke palembang yo,gek dicariin orang tuany. Malem gini.(dengan nada ketidaksetujuan)

Iy,udah bilang kok pak.

 

Kutahu maksud bapak itu tuk mengingatkan kami,namun pernyataannya buat ku merasa lebih deg2an.

Akhirnya kami menemukan travel kendaraan pribadi yang mau membawa kami ke palembang,Alhamdulillah.

Di perjalanan saya cuma bisa mendengarkan yang lain bercerita saja,cukup lelah.ingin istirahat saja dan ingin segera sampai tentunya.

 

Ketika sampai di jembatan ampera sungguh cantik pemandangan yang kulihat.

”ampera dikala malam”,sejenak hilang risauku tapi kembali muncul melihat jam.

Pukul 20.10

”ya Allah masihkan ada bis”

”tak ahsan lagi waktu seperti ini,hanya pada Allah harap ”

 

Saatnya turun,kami cukup terkejut karna mereka meminta ongkos travel sebesar sepuluh ribu satu orang, dua kali lipat dari ongkos biasanya.mau bagaimana lagi sudah terlanjur.
bagaimanapun aku ingin segera sampai rumah.

 

Jalanan terasa sepi, jantungku mulai berdegup,suasana malam sungguh terasa beda buatku dan aku harus pulang sendirian karena alamat kami berbeda jurusan.

”sendirian,astagfrullah”

Tak berapa lama bis jurusanku datang, harus naik walaupun dengan cemas.
kawanku menyambut tanganku dan berkata

hati2 y,..

Iy,.

 

Kulangkahkan kaki naik bis,baru menginjak naik bisnya sudah berjalan.

Ketika kulihat isi bis itu,

”La Illahailallah”

 

Astagfrullah,laki2 semua isinya.

Ingin menangis rasanya.

 

Saat itu pula,aku mau duduk d bangku paling depan dekat pintu,bagaimanapun itu.

Ada seorang laki2 saat itu duduk d paling depan, kupinta ia bergeser karena aku ingin duduk paling dekat dengan pintu bis.
ia berkata ”kenapa”

Geser kataku,aku ingin duduk disini.

Dengan sedikit tertawa ia bergeser.

 

Entah apa yang ada dalam fikiranku, seandainya ada hal buruk terjadi mungkin aku akan segera melompat dari bis itu.tak perduli bagaimanapun itu.

Tak henti berdzikir dalam bis itu, ya rabb.

Cukup lama jg bis itu hanya saya sendiri wanita, alhamdulillah di perjalanan ada penumpang lain yg wanita.

Lumayan mengurangi degup jantung ini.

 

Alhmdllah sampai rumah dengan selamat,tak ingin lagi terulang.jadi pelajaran buatku.

 

Allah sebaik-baiknya penjaga dan penolong.

 

22_ april_11

Markas_sweet home