Senin Sore yang memalukan,.

Pengalaman cukup seru  kulalui hari ini,berawal dari keisenganku untuk keliling2 di lingkungan rumah  dengan si merah,.

Bersiap dengan jacket biru tebal lalu Kunyalakan mesinnya,dengan sdikit pemanasan  siap kujalankan.

“Nak kemano?” sapa bapakku

“keliling disini bae” sahutku

“jangan jauh-jauh”

Yup,greeng greeeng,.siap melaju.

Keliling dengan si merah sungguh mengasyikkan,walau ku belum terlalu mahir mengendarainya,hanya dengan sedikit  keberanian.

Kondisi sore itu membuatku terpacu untuk lebih  jauh berkeliling bersama si merah.

Kubawa ia menelusuri jalan menuju jalan raya.

Aku sempat tak menghiraukan ternyata sore itu jalan raya sangat ramai kendaraan dan lumayan macet,sampai ku tersadar bahwa hari ini hari senin,.Astagfrullah.

“cakmano ini, putar balik dak biso,udah terlanjur” sergap batinku.

Sungguh padatnya jalan ini,dengan kemampuanku yang minim pula,lalu kulihat dua orang berseragam lengkap di pinggir jalan mengatur lalu lintas.

jantungku berdegup kencang ketika ku sadar ku tak pakai helm.

Entah ap yang aku fikirkan, si merah tetap berlaju dengan pelan sampai ada suara memanggil di pinggir jalan

“dek dek ado polisi di depan itu ,helm”

Entah suara siapa itu, aku tak tertoleh padanya

Langsung tanpa pikir panjang, kupinggirkan motor tersebut di depan warung martabak.

Cukup lama kuterpaku disana,dengan rasa bingung serta deg2 an yang sangat.

“cakmano ini,aku dx biso balek,dak bawak helm,dak bawa hp,dx bawa uang,astagfirullah inilah akibat nakal melanggar omongan bapak,klo bapak tau pasti marah”

Cemas dan bingung bercampur,..Huuftt mau nangis rasanya.

Adaseorang bapak disebelahku memparkir motor,lalu ku bertanya padanya

“pak kapan polisinya pulang?”

“masih lamo dek,mungkin sampe malem karno dy lagi tugas” sahutny

“gimana yo pak dak bawa helm,dan mau pulang di daerah inilah?”

“bilang bae samo polisiny habis minyak motor dek,dorong bae sampe lorong di depan”

Aku berfikir “haruskah aku memelas ke polisi itu agar tidak ditilang,cakmano klo ditahannya dulu,.”oh bapak maafkan aku” L

Masih sedikit termanggu disana,lalu kulihat polisi tersebut memberhentikan pengendara motor yang melintas tanpa helm,memintanya mengeluarkan STNK lalu membawa motor orang tersebut ke pos polisi terdekat disana.

“duuh,cakmano dengan aku,aku dak bawa apo2” batinku meringis.

“cepatlah dek,mumpung polisinya ke pos,lewatlah bentar” sahut orang disebelahku itu.

“idak ayy,ketawan tambah parah aku agek” teriakku dalam hati.

Tak lama ada seorang anak muda,yang sepertinya usianya lebih muda dariku.dia menawarkan bantuan untuk membawa motorku ke lorong didepan.namun tak terlalu kuhiraukan perkataannya,kupikir tak menyelesaikan masalah.

Kulihat dimotornya ada helm,setitik ideku berjalan.

Ya,masalahku ini adalah helm.

Kucoba nyatakan “ kupinjem helmnya boleh dak”

“gek aku nak balek” katanya

“aku pinjam cm bentar,disilah gek dibalikke,sampe jam berapo disini?” tanyaku

“sampe malem,disini nah” dia lalu menunjuk gerobak dagangan ayukny

Lalu ia memberikan helmny padaku,.

“siapo namony?” tanyaku

“siswanto” dia menyebut namanya

“Alhamdulillah,setidaknya aku bisa pulang” sahut batinku

Dengan tangan lumayan gemeteran dan jantung yang deg-degan,kuberanikan diri melewati polisi itu.dan mungkin polisi itu sudah tau dengan gelagatku sebelumya.

Untung tidak mempersalahkan atau kecurigaannya tidak menghakimiku.

Kubawa si merah hingga ku meninggalkan jalan raya yang mencekam itu,.

Huufft rasanya terbebas dari cengkraman mengerikan.

“konyol!” senyam senyum menertawakan diriku sendiri.

Diperjalanan otakku terus berfikir “ bagaimana caranya agar kejadian ini tidak ketahuan orang rumah,terutama bapak dan bagaimana pula mengembalikan helmnya”

Kuparkirkan si merah d depan rumah,lalu kusembunyikan helm itu sebentar.

Kuambil uang d dompet,kubersiap mencari celah untuk segera mengembalikan itu helm.

Ketika adikku masuk,aku segera keluar kembali dan mengambil helm lalu pergi secepat mungkin,tapi mamak melihat tapi aku sudah terlalu jauh ngehindar.

Kubawa helm itu,lalu kusewa ojek untuk mengantarku ke tempat kupinjam helm tersebut.

Alhamdulillah sampai,tapi ku tak ketemu dengan anak muda tadi,jadi kutitipkan helm tersebut itu pada ayukny sambil berterima kasih banyak.

Kulanjutkan menaikki ojek tersebut hingga mengantarkanku kembali sampai di rumah,dengan ongkos yang dua lipat tentunya.

Hmm, serasa  hari ini begitu konyol,pengalaman yang unik bagiku sekaligus pelajaran agar tidak nakal lagi dan selalu berfikir dulu sebelum melakukan sesuatu.

Sampe di rumah….

“helm siapo tadi yu” mamak bertanya

Uppss,.  ^_^  hhehe

Palembang  senin,24 januari 2011                                             di  markas a_you